Barang siapa tidak terhibur dengan Allah, maka tidak akan beroleh hiburan dari apa pun

Itulah tabiat hari-hari yang selalu berubah-ubah, sedang perintah Allah senantiasa menunggu.
   Allah SWT adalah pelipur duka orang mukmin, hiburan orang yang taat, dan kecintaan orang yang ahli ibadah. Barang siapa yang terhibur dengan-Nya, maka ia akan terhibur dengan kehidupan ini, merasa bahagia dengan keberadaannya, dan merasa senang menghadapi hari-harinya. Hatinya senantiasa tenang, sanubarinya terang,  dan dadanya lapang, karena di dalam kalbunya terukir kecintaan kepada Allah.
   Sifat-sifat Allah telah meresap dengan tenang dalam perasaannya dan asma-asma Allah telah tergambarkan di hadapan matanya. Untuk itu, dia selalu menghafal asma-asma-Nya, merenungi sifat-sifat-Nya, dan dalam kalbunya selalu teringat sifat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Penyantun, Yang Maha Baik, Yang Maha Lembut, Yang Maha Membalas Kebaikan, Yang Maha Pencinta, Yang Maha Mulia, dan Yang Maha Besar. Karenanya tergugahlah rasa kerinduan kepada Yang Maha Pencipta, rasa cinta kepada Yang Maha Besar, dan rasa dekat dengan Yang Maha Mengetahui.
   Sesungguhnya kedekatan Allah kepada hamba-Nya pasti akan menumbuhkan hamba yang bersangkutan rindu kepada-Nya, merasa gembira dengan pertolongan-Nya, dan senang dengan perhatian-Nya:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS.2:186)

   Sesungguhnya sikap merasa terhibur dengan Allah tidak datang begitu saja tanpa penyebab dan tidak pula dapat diraih tanpa susah-payah. Bahkan ia merupakan buah dari ketaatan dan kesimpulan dari mahabbah (rasa cinta). Untuk itu, barang siapa yang taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya serta benar dalam cintanya kepada-Nya, niscaya dia akan menemukan hiburan sebagai hal yang di dambakan, merasa dekat dengan-Nya sebagai kebahagiaan.
Artikel menarik lainnya:



"Keindahan yang sebenarnya adalah keindahan akhlaq, Kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan etika, Dan kebaikan yang sebenarnya adalah kebaikan akal. Dan dari Fatimah keteguhannya..."

No comments:

Post a Comment